Nge-Blog di iPad

Posted by indra on October 4th, 2012 — Posted in Opini, Kejadian Terbaru, Blogging, Obrolan IT, Obrolan Santai

Saya menghadiri acara seminar Parallels Summit 2012 APAC di Shangri-La’s Rasa Sentosa Resort, dua minggu yang lalu. Di acara tersebut, alhamdulillah saya mendapatkan door prize sebuah new iPad 3 berwarna hitam. Door prize tersebut saya dapatkan karena saya rajin melakukan live tweet mengenai event tersebut, selama acara berlangsung. Alhamdulillah, lumayan lah dapat iPad baru, walaupun hanya 16GB dan Wi-Fi only. Dari dulu saya memang kepingin banget punya tablet, walaupun ngincernya sih selama ini tablet berbasis Android seperti Asus Transformers atau Samsung Galaxy Tab 10.1. Tidak dapat tablet Android, tablet Apple pun ngga apa-apa lah, mumpung dapat gratis, diterima lah dengan senang hati. :)

Nah, ini adalah pertama kalinya saya nge-blog pake iPad. Memang sih tidak senyaman pake komputer/laptop, tapi tetep jauh lebih nyaman dibandingkan pake hape. Jelas, layarnya jauh lebih gede. Keyboard on screen-nya iPad memang mantap, saya lancar tuh ngetik sepuluh jari di atas permukaan kaca iPad saya. Yang agak repot ya pas mau bikin hyperlink, jauh lebih repot copy and paste-nya dibandingkan di komputer biasa.

Tapi untuk overall features, menurut saya iPad masih kalah jauh dibandingkan Android. Banyak sekali fitur yang ada di Android (baik di tablet maupun di hape) yang tidak bisa saya dapatkan di iPad. Salah satunya adalah fasilitas share page langsung ke Twitter dan/atau Facebook. Di hape Samsung Galaxy S III saya, dari browser Android saya mudah sekali share page ke Seesmic, untuk kemudian di-post ke Twitter dan/atau Facebook. Di Safari (browser-nya iPad) ngga ada fasilitas itu.

Tentu saja, saya tidak boleh banyak protes. Namanya juga dapat gratis, ini aja udah syukur alhamdulillah banget. :)

Koprol Akan Tetap Hidup Diluar Yahoo!

Posted by indra on August 1st, 2012 — Posted in Kejadian Terbaru, Blogging, Informasi, Obrolan IT

Minggu lalu, Yahoo! memutuskan untuk mengembalikan hak cipta Koprol kepada para founder mereka: Fajar Budiprasetyo, Satya Witoelar dan Daniel Armanto. Menurut DailySocial, hal ini memungkinkan peluang reinkarnasi Koprol di masa depan sangatlah mungkin terjadi.

Hari ini, DailySocial mengkonfirmasi bahwa para founder Koprol akan membangun kembali Koprol dari nol. Hal ini disebabkan kode program dan basis data pengguna Koprol tetap dimiliki oleh Yahoo!, dan hanya merk Koprol dan nama domainnya yang dikembalikan ke para founder.

Pengembangan Koprol versi baru diperkirakan akan dilakukan di bawah naungan Barito Labs, yang didirikan oleh Satya Witoelar bersama dengan Daniel dan Fajar. Barito Labs adalah pemegang hak cipta Koprol yang telah dikembalikan oleh Yahoo!.

Mari kita tunggu kelahiran kembali Koprol setelah penutupan yang akan dilakukan oleh Yahoo! pada tanggal 28 Agustus 2012.

Tim Koprol Dibubarkan Yahoo!, Akankah Koprol Bernasib Seperti Kronologger?

Posted by indra on April 7th, 2012 — Posted in Opini, Kejadian Terbaru, Blogging, Informasi, Obrolan IT

Baru saja membaca artikel Aulia Masna di Daily Social mengenai rencana peluncuran kembali Yahoo! Koprol bulan Mei mendatang, saya dikagetkan dengan tweet dari Satya Witoelar yang menyatakan bahwa beliau akan mem-posting CV dari para developer berbakat dan berpengalaman dari ex-Yahoo_ID/Koprol secepatnya. List tersebut pada akhirnya di-posting di blog Satya, sekaligus mengkonfirmasikan bahwa seluruh tim pengembang Koprol telah dibubarkan oleh Yahoo!.

Yang saya ketahui, Yahoo! memang adalah sebuah kapal yang hampir tenggelam, dan sebagai bagian dari strategi CEO baru Scott Thompson untuk menahan kapal agar tidak karam, Yahoo! memberhentikan sekitar 2000 staff di seluruh dunia. Yahoo! Indonesia juga tanpa pengecualian, dan sayangnya tim pengembang Koprol termasuk dalam list tersebut. Yang saya tidak mengerti, kenapa tim tersebut dibubarkan sebelum rencana peluncuran Koprol 2.0 yang baru bulan Mei ini.

Yang jadi pertanyaan besar sekarang adalah bagaimana dengan nasib Koprol. Akankah jaringan sosial media tersebut ditutup? Seperti yang telah disebutkan oleh Aulia dari Daily Social, Koprol punya basis pengguna yang kuat di Indonesia, dan ketika berita rencana kemungkinan penutupan Koprol menyebar, banyak pengguna yang protes (dengan hashtag #saveKoprol) meminta platform tersebut jangan ditutup.

Saya harus mengakui bahwa saya sudah cukup lama tidak menggunakan Koprol. Sebagai jaringan sosial media berbasis lokasi, Koprol kalah jauh dibandingkan Foursquare, terutama di Singapura sini. Namun, Koprol itu murni dibuat di Indonesia dan oleh orang Indonesia, dan sebagai bangsa Indonesia, kita harus bangga dengan Koprol.

Saya kenal dengan teman-teman seperti Ryan, Nunil dan Ari, melalui Koprol. Saya bahkan bertemu langsung dengan Leo dan Smitty di sebuah acara gathering Koprol di Singapura. KCR, radio komunitas Koprol, adalah salah satu yang menginspirasi saya ketika membentuk Radio Komunitas Twitter Indonesia (RKTI). Jadi, suka ataupun tidak, saya punya banyak kenangan di Koprol.

Mari kita minta Yahoo! untuk tidak menutup Koprol. Jika Yahoo! memang tidak mau menjalankan Koprol lagi, mungkin para founder Koprol bisa meminta ke Yahoo! untuk tetap menjalankan jaringan sosial media tersebut, diluar Yahoo? Saya kurang tahu apakah hal tersebut dimungkinkan, mengingat saya mengerti kalo Yahoo! telah mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk mengakuisisi Koprol bulan Mei 2010 yang lalu.

Tolong, jangan membiarkan Koprol mengikuti nasib Kronologger, jaringan microblogging buatan Indonesia lain di masa lalu, yang ditutup setelah diakuisisi oleh Asia Blogging Network yang sekarang sudah tidak aktif lagi.

PS. Gambar courtesy dari @candoddi dan @chocoz.

Akses Internet Untuk Pengunjung Ke Singapura

Posted by indra on February 20th, 2012 — Posted in Opini, Teknis, Informasi, Komunitas Singapura, Obrolan IT

mobile-broadband-technology-2.jpgDalam kunjungan Pak Budi Rahardjo ke Singapura baru-baru ini, beliau (lagi-lagi) komplain mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses Internet yang mudah dan murah. Beliau pada akhirnya harus mengandalkan akses Internet melalui warnet (internet cafe) atau jaringan wi-fi broadband yang disediakan oleh hotel.

Singapura sebenarnya mempunyai jaringan wireless nasional yang bisa diakses secara gratis, yaitu jaringan Wireless@SG. Sayangnya, coverage jaringan yang dipelopori oleh Infocomm Development Authority of Singapore ini hanya terbatas di tempat-tempat umum dengan kualitas jaringan yang kurang begitu baik, apalagi di tempat keramaian dimana banyak orang yang mengakses jaringan tersebut pada waktu yang sama. Bertahun-tahun setelah jaringan tersebut diluncurkan, saya melihat perkembangan jaringan Wireless@SG tersebut tidak sesuai dengan yang digembor-gemborkan.

Alternatif yang saya rekomendasikan untuk pengunjung ke Singapura adalah dengan membeli kartu SIM prabayar dari operator GSM yang ada di Singapura, lalu membeli paket Internet 3G yang bisa dibeli secara harian, mingguan, bahkan bulanan. Harganya tidak terlalu mahal kok, memang sedikit lebih mahal dibandingkan Internet pra-bayar di Indonesia atau di Malaysia, tapi tetap lebih murah dibandingkan akses Internet di warnet atau di hotel.

Sebagai contoh, paket Internet yang ditawarkan Starhub dengan kartu prepaid Green-nya adalah $2 per tiga hari (dengan data bundle 30MB), $4 per tiga hari (dengan data bundle 200 MB) dan $7 per minggu (dengan data bundle 1 GB). Kita tinggal masukkan kartu SIM prabayar tersebut ke smartphone kita yang support wifi tethering, seperti Android atau iPhone. Kita pun bisa menggunakan kartu yang sama untuk menelepon dan ditelepon secara lokal di Singapura, menghemat biaya roaming. Sekali mendayung, dua pulau terlampaui. :)

Bagi pengunjung yang menggunakan smartphone Blackberry, jangan khawatir. Operator GSM di Singapura juga sudah mendukung paket Blackberry prabayar, walaupun harganya sedikit lebih mahal dibandingkan paket data Internet biasa. Sebagai contoh, Starhub menyediakan paket Blackberry seharga $5 per hari, $10 per tiga hari dan $18 per 8 hari.

Paket data Internet dan/atau Blackberry tersebut harus diaktifkan sebelum kita gunakan. Khusus untuk paket data Internet, kita bisa gunakan sebelum kita aktifkan paketnya (sistem pay as per use) tetapi nanti jatuhnya akan lebih mahal. Kita bisa me-refer ke pedoman manual kartu SIM prabayar yang bersangkutan untuk mencek bagaimana caranya mengaktifkan paket Internet/Blackberry tersebut. Alternatif lain, cek ke situs operator GSM yang digunakan. Ada tiga operator GSM di Singapura: SingTel, Starhub dan M1.

Picture courtesy of TheTechJournal.

Nge-Kron Sekaligus Nge-Twit dan Nge-Plurk

Posted by indra on July 23rd, 2008 — Posted in Kejadian Terbaru, Blogging, Teknis, Obrolan IT

 

Satu lagi terobosan baru dari Kronologger. Sekarang kita bisa nge-kron dan sekaligus update Twitter dan Plurk pada saat yang bersamaan, terima kasih kepada script baru yang dibuat oleh Kukuh TW, "otak" di belakang Kronologger. Teman saya sejak jaman BemoNet ini memang kayaknya tidak pernah "kehabisan bensin" untuk terus menuangkan ide-idenya dalam banyak proyek-proyeknya, seperti Kumpul Blogger dan Lokasi Jakarta.

Saya dari dulu memang "mendambakan" untuk bisa melakukan microblogging ke beberapa layanan sekaligus. Dari beberapa situs microblogging yang ada, saya paling sering menggunakan Twitter dan Kronologger. Saya biasa nge-twit dengan menggunakan bahasa Inggris, sementara nge-kron dengan menggunakan bahasa Indonesia. Tapi ya karena kadang males dan tidak ada waktu untuk posting ke kedua situs tersebut, akhirnya saya lebih sering posting di Twitter saja. Yang di Kronologger jadi agak sedikit terbengkalai.

Belum lagi, sekarang lagi musim plurking. Hampir semua pada nanya: "are you plurking yet?". Iya, saya udah daftar ke layanan Plurk, tapi ya belum aktif nge-plurk. Lha wong update Twitter dan Kronologger aja udah repot, apalagi kalo musti nambah lagi yang harus di-update. Micro-blogging itu kan biasa dilakukan on-the-go, jadi kadang waktu yang tersedia tidak memungkinkan untuk itu.

Dari mas Budi Putra, saya sempat mendapatkan informasi tentang ping.fm, yang katanya bisa melakukan update ke beberapa layanan social network sekaligus, seperti Twitter, Jaiku, Plurk dan Facebook. Sayangnya karena masih beta, saya membutuhkan beta code untuk bisa daftar ke layanan ping.fm tersebut. Ngga jadi daftar, deh… :) :)

Oleh karena itu, fasilitas all-in-one baru yang dibuat Kukuh ini serasa menjadi air segar di tengah gurun pasir untuk saya. Dengan sekali posting di Kronologger, saya bisa nge-kron, nge-twit, nge-plurk dan sekaligus meng-update status Facebook saya, karena Twitter saya juga sudah tersinkronisasi dengan status Facebook saya. Walaupun memang, saya harus memasukkan username dan password Twitter dan Plurk saya, setiap kali saya melakukan all-in-one posting ini. Tidak mengapa, saya merasa metode ini lebih aman dibandingkan kalo saya harus menyimpan data password Twitter dan Plurk saya di database Kronologger.

Perampingan Planet Singapura

Posted by indra on June 24th, 2008 — Posted in Blogging, Komunitas Singapura, Obrolan IT, Pengumuman

Saya baru saja melakukan “perampingan” terhadap Planet Singapura dengan menghapus beberapa blog dari daftar kontributor. Perampingan ini terpaksa saya lakukan karena sistem update agregasi blog yang seharusnya berjalan otomatis, ternyata tidak berjalan sebagaimana mestinya. Saya terpaksa harus melakukan proses update secara manual dari dashboard satu persatu. :(

Saya tidak tahu penyebab utama dari masalah ini, tapi saya perkirakan ini karena jumlah blog yang diagregasi terlalu banyak. Agregasi blog saya yang lain — dengan daftar kontributor lebih sedikit — tidak mengalami masalah ini. Sebelum perampingan, ada sekitar lebih dari 70 blog yang diagregasi di Planet Singapura, dan beberapa dari blog tersebut sudah tidak aktif dan bahkan ada beberapa yang sudah tidak ada lagi (sudah dihapus). Sehingga saya memutuskan untuk melakukan “perampingan” dan menyeleksi lagi blog-blog yang diagregasi di Planet Singapura.

Dengan sangat menyesal, saya terpaksa menghapus beberapa blog dari daftar kontributor Planet Singapura. Tidak ada kriteria baku yang saya gunakan untuk menentukan blog-blog yang saya hapus, tapi secara umum blog-blog yang dihapus tersebut adalah:

  1. Blog yang dimiliki blogger Indonesia yang sudah tidak lagi tinggal di Singapura;
  2. Blog yang tidak aktif dan tidak ada update terakhir di tahun ini (2008), kecuali untuk beberapa blog tertentu yang saya sengaja ingin keep di daftar sindikasi (e.g. blog almarhumah Bunda Inong); dan
  3. Blog yang isinya redundan dengan blog lain milik blogger yang sama, yang juga sudah tersindikasi di Planet Singapura (e.g. Multiply dan Blogger).

Khusus untuk blog-blog saya, saya sendiri sudah menghapus semua blog saya dari daftar kontributor, dan hanya memasukkan RSS feed Planet Indra (agregasi blog-blog saya) ke dalam daftar kontributor, untuk menghemat jumlah list sindikasi.

Sewaktu menghapus sebuah blog dari daftar sindikasi, saya memilih option ini:

Delete this syndicated link, but keep posts that were syndicated from it (as if they were authored locally).

Ini berarti walaupun blog-nya dihapus dari daftar sindikasi, artikel-artikel sebelumnya yang sudah tersindikasi tidak akan dihapus dari situs Planet Singapura. Saat ini, jumlah blog yang teragregasi di Planet Singapura setelah proses perampingan menjadi sekitar 40-an.

Saya meminta maaf kepada rekan-rekan yang blog-nya terhapus dari daftar kontributor setelah proses perampingan ini.

Catatan:

  1. Jika ada rekan-rekan yang juga menggunakan FeedWordPress dan menghadapi masalah yang mirip dengan yang saya alami diatas, apalagi jika Anda mempunyai solusinya, silahkan kontak saya. :)   Any help is really appreciated. :) :)
  2. Jangan segan-segan juga untuk mengontak saya kalau ada yang ingin protes kenapa blog-nya dihapus dari daftar sindikasi Planet Singapura. Segala bentuk komplain akan saya terima dengan senang hati. :)

Agregasi Blog: Perlukah Meminta Ijin Kepada Pemilik Blog?

Posted by indra on February 29th, 2008 — Posted in Opini, Blogging, Teknis, Komunitas Singapura, Obrolan IT

Artikel Mbak Hany tentang aggregator (yang tanggal posting-nya masih dimundurkan beberapa hari, hehehe…) mengingatkan saya dengan wawancara saya dengan RSI Indonesia mengenai Planet Singapura, situs agregasi blogger Indonesia di Singapura yang saya kelola. Dalam wawancara tersebut, Fika memberikan pertanyaan yang cukup menarik:

Apakah kita perlu meminta ijin kepada pemilik blog sebelum mengagregasikan blog-nya di situs agregasi yang kita kelola?

Saya waktu itu menjelaskan bahwa berdasarkan best practice para pengelola situs agregasi blog, kita tidak perlu meminta ijin kepada pemilik blog untuk mengagregasikan blog-nya ke situs agregasi yang kita kelola. Untuk kasus Planet Singapura, saya biasanya akan memberi tahu pemilik blog yang bersangkutan bahwa blog-nya saya masukkan ke daftar sindikasi, walaupun memang saya tidak minta ijin sebelumnya kalau blog-nya mau saya masukkan. :)

Salah seorang blogger senior Indonesia, Priyadi, juga mengatakan bahwa blog beliau saat ini diagregasi oleh sekitar selusin situs agregasi blog, dan hanya situs agregasi Merdeka yang meng-agregasi blog Priyadi atas permintaan beliau sendiri. Yang lainnya memasukkan blog beliau atas inisiatif pengelola situs agregasi itu sendiri, dan umumnya tanpa sepengetahuan beliau.

Walaupun demikian, saya mengerti bahwa ada beberapa blogger yang membuat blog-nya untuk konsumsi pribadi, atau mungkin hanya untuk konsumsi teman-teman dekatnya saja, dan untuk blog-blog seperti ini, biasanya saya akan meminta ijin dulu kepada pemilik blog, sebelum saya menambahkan blog-nya ke situs agregasi yang saya kelola.

Khusus untuk Planet Singapura, saya membuat disclaimer di halaman About Planet Singapura sebagai berikut:

From time to time, I might be adding new relevant interesting blogs to be syndicated here, upon my discretion. Please do not hesitate to contact me if you specifically do not want your blog to be syndicated here, and I shall remove it from the syndication list.

Alhamdulillah, hingga saat ini, saya belum pernah menerima komplain atau protes dari kontributor Planet Singapura yang ingin blog-nya dihapus dari daftar sindikasi. Yang pernah saya terima justru adalah beberapa e-mail dari blogger Indonesia di Singapura yang meminta blog-nya dimasukkan ke daftar kontributor Planet Singapura. :) Biasanya, selama blog-nya memenuhi kriteria (blog milik blogger Indonesia yang tinggal di Singapura), akan langsung saya masukkan. Berdasarkan pengalaman dari beberapa rekan blogger, situs agregasi justru membantu blog tersebut menjadi semakin ramai dikunjungi orang.

Back to the original question, bagaimana menurut pendapat Anda? Berdasarkan etika, apakah perlu meminta ijin kepada pemilik blog sebelum blog-nya dimasukkan ke situs agregasi blog yang kita kelola? :)

Link terkait:

Wawancara RSI: Blog Bicara - Planet Singapura dan Situs Agregasi Blog

Posted by indra on February 28th, 2008 — Posted in Kejadian Terbaru, Blogging, Komunitas Singapura, Obrolan IT

Program acara “Blog Bicara” di Radio Singapore International (RSI) versi bahasa Indonesia selalu saya tunggu. Hal ini dikarenakan, sejak siaran perdana-nya sekitar tiga minggu yang lalu hingga sekarang, program acara radio yang membahas tentang blog dan blogging tersebut selalu menampilkan rekan-rekan blogger Indonesia yang kebetulan berada di Singapura dan tercatat sebagai salah satu kontributor Planet Singapura, situs agregasi blogger Indonesia di Singapura yang saya kelola. Dimulai dari ulasan mengenai blog-nya JaF aka mas Rane, lebih dekat dengan blog Indrani-nya Indi dan Rani, dan yang terakhir minggu lalu membahas cerita fiksi di blog-nya Renatha aka Dodol Surodol.

Lagi penasaran kira-kira blog siapa lagi yang akan dibahas minggu ini, tiba-tiba Fika dari RSI telepon, meminta saya menjadi nara sumber untuk program acara Blog Bicara minggu ini. Halah. :) Dalam wawancara ini, beliau ingin saya membahas mengenai agregasi blog, dan secara lebih spesifik, Planet Singapura, yang saya kelola. Mungkin karena kebetulan topik mengenai agregasi blog ini sedang hangat dibicarakan di blogosphere Indonesia? :)

Wawancara dilakukan kemarin (27/2) siang, dan disiarkan malamnya. Gerak cepat juga. :) Dalam wawancara tersebut, saya membahas mengenai definisi dan fungsi dari agregasi blog, dan bagaimana cara membuat agregasi blog (secara teknis). Dalam kesempatan itu juga saya menceritakan tentang visi dan misi Planet Singapura sebagai situs agregasi blogger Indonesia di Singapura, dimana tujuan saya membuat Planet Singapura adalah:

  1. Untuk memberikan gambaran kepada pembaca Planet Singapura mengenai kehidupan orang Indonesia yang tinggal di Singapura; dan
  2. Untuk menjadikan Planet Singapura sebagai media (atau wadah) bagi komunitas blogger Indonesia di Singapura.

Saya juga sharing mengenai situs-situs agregasi lainnya yang cukup populer di blogosphere Indonesia, seperti Planet Terasi, Merdeka, Planet Kronologger dan Rumah Blogfam. Fika juga memberikan pertanyaan yang cukup menarik: apakah kita perlu meminta ijin dulu kepada pemilik blog sebelum kita mengagregasikan blognya ke situs agregasi yang kita kelola. Saya kurang tahu apakah ini berhubungan dengan postingan saya mengenai Ikatan Blogger Takut Aggregator (IBTA), hahaha. :) Jawaban saya? Silahkan saja dengarkan file podcast-nya yang bisa diambil dan didengarkan disini (sumber aslinya diambil dari sini).

Link terkait: